logo


120 Hektar Sawah Desa Sukanagara Jonggol Terlantar!

Aktivitas persawahan Desa Sukanagara sangat mengandalkan aliran air dari sungai Cipamingkis.

24 Juli 2015 17:12 WIB

Persawahan di desa Sukanagara, Kecamatan Jonggol, Bogor. (Jitunews/Johdan A.A.P)
Persawahan di desa Sukanagara, Kecamatan Jonggol, Bogor. (Jitunews/Johdan A.A.P)

BOGOR, JITUNEWS.COM - Musim kering yang berkepanjangan membuat 150 hektar area persawahan di desa Sukanagara, Kecamatan Jonggol, Bogor tidak digarap. Para petani masih menunggu turunya air hujan.

"Sekitar 120 hektar area persawahan yang hingga saat ini tidak digarap mas, sambil menunggu air hujan petani menggantinya dengan menanam sayur-sayuran,"demikian kata Usman, ketua RT/RW 01/08 Desa Sukanagara, Kecamatan Jonggol, Bogor, Jumat (24/7).

Menurutnya, aktivitas persawahan Desa Sukanagara sangat mengandalkan aliran air dari sungai Cipamingkis.

"Daerah sini semuanya hanya mengandalkan aliran air dari sungai Cipamingkis. Sekarang debit air di sungai Cipamingkis sudah sangat berkurang, sementara untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah kesulitan apa lagi untuk mengairi sawah yang membutuhkan aliran air yang banyak,"ujar Usman.

Ia mengungkapkan bahwa, aktivitas para petani di desa Sukanagara akan kembali normal kalau ada hujan.

"Kami sekarang hanya mengharapkan air hujan mas, kalau hujan datang para petani baru akan mulai menggarap sawah mereka, karena kalau mengharapkan air dari sungai Cipamingkis sangat tidak mungkin,"tegasnya.

Para petani sangat berharap agar, bulan Agustus, akan ada hujan dan pada saat itu persawahan akan mulai di garap.

"Prinsipnya kalau ada hujan baru sawah-sawah akan di garap,"tegas Usman.

Sementara itu, Sopian (34), salah satu petani warga desa Sukanagara mengungkapkan bahwa selama musim kemarau dirinya lebih memilih menanam sayur-sayuran di daerah sawanya yang kering.

"Sekarang saya menanam sayur-sayuran mas dari pada dibiarkan tanahnya kosong, lagian kalau sayur-sayuran tidak membutuhkan jumlah air yang banyak, cukup disiram pagi dan sore,"ujar Sopian.

Daerah persawahan yang berdekatan dengan sungai Cipamingkis membuat sopian cukip terbantu dalam menyiram sayur-sayurannya.

Namun, Ia sangat berharap agar kekeringan tersebut tidak terus berlanjut.
"Saya sangat berharap mas, bulan agustus ada hujan, maka kami para petani bisa kembali mengolah sawa,"akunnya.

Namun yang cukup terasa baginya saat ini, adalah mengambil air untuk kebutuhan rumah tangga yang sangat sulit.

"Rumah saya berjarak 2 kilo meter mas dari aliran sungai Cipamingkis, maka setiap kali saya ke sungai untuk mengambil air untuk kebutuhan hidup setiap hari, seperti masak, mencuci,mandi dan kebutuhan keluarga lainnya,"pungkas Sopian.

Stok Pupuk Bersubsidi di Provinsi NTB Aman

Prajurit TNI Bersama Masyarakat Tanam Padi Serempak di Sulawesi

Penulis : Siprianus Jewarut, Ali Hamid