logo


Kementan Klaim, Pasokan Daging Cukup untuk 6 Bulan ke Depan

Selain daging, masih ada beberapa komoditi yang stoknya melimpah

14 Juli 2015 00:00 WIB

Daging sapi. (dok. Jitunews)
Daging sapi. (dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Tak hanya hingga lebaran saja, pihak Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim bahwa pasokan daging sapi dalam negeri yang ada saat ini, cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat hingga enam bulan ke depan. 

Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Muladno. Dijelaskannya, ketersediaan daging sapi tersebut antara lain dipenuhi dari impor sapi bakalan yang mana selama Januari-Juni 2015 mencapai 298.861 ekor, atau sekira 40 persen dari realiasi impor sapi bakalan tahun lalu yang sebesar 729.400 ekor.

"Realisasi impor sapi bakalan 2015 itu terdiri dari kuartal I (Januari-Maret) yaitu 97.618 dari target 100.000 ekor sedangkan kuartal II (April-Juni) terealisasi 201.643 dari target 267.624 ekor," ujar Muladno, dikutip antara, Selasa (14/7).


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

Lebih lanjut, Dirjen PKH itu juga menyatakan, pihaknya punya tanggung jawab untuk menjamin kestabilan ketersediaan daging sapi, namun masih harus mengendalikan impor sapi. "Tahun 2015 masih menyisakan kuartal III dan IV yang berpeluang kembali mendatangkan sapi bakalan impor. Totalnya mencapai 500.000-600.000 ekor," tambahnya.

Selain dari daging sapi, menurutnya, ketersediaan daging dalam negeri juga dipenuhi dari daging ayam yang mana kondisinya saat ini mengalami kelebihan pasokan. Pasokan daging ayam, tambahnya, rata-rata 45.000 ton per minggu sedangkan kebutuhan 41.000 ton per minggu, atau lebih sebanyak 4.000 ton/minggu.

Sedangkan khusus telur ayam, dalam seminggu rata-rata volume pasokan mencapai 45.000 ton dengan kebutuhan sebanyak 40.000 ton sehingga over stok mencapai 5.000 ton.

 

Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro