logo


Tak Disangka! Jagung Berpotensi Sebagai Perangkap Hama

Dengan jagung hampir 100 persen hama pemakan polong musnah

23 Juni 2015 00:00 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), ternyata jagung sangat potensial dijadikan sebagai tanaman perangkap telur hama pemakan polong.

Dilansir dari laman resmi Balitbangtan, penemuan tersebut didapat dari hasil penelitian Bayu dan Tengkano pada tahun 2013. Tanaman jagung BISI-2 yang berumur 54 HST mampu memerangkap telur pemakan polong sekira 63,8 persen, dan tanaman jagung BISI-2 yang berumur 57 HST mampu memerangkap telur pemakan polong sekira 34,5 persen. Kenapa jagung ?

Tanaman jagung dipilih karena hama pemakan polong yang meletakkan telurnya di batang, daun, dan seludang tongkol tanaman jagung, bakal gagal melangsungkan kehidupannya. Pasalnya, tidak ada tanaman inang lain di sekitar tanaman jagung sebagai bahan makanan. 


Ganjar Pranowo Akan Coba Aplikasi Nelayan Pintar

Namun secara gamblang, telur hama yang menetas di bagian rambut tongkol hanya akan menyisakan 1-2 ekor larva saja. Mengapa ? Karena akan terjadi kanibalisme antar larva. Kemudian, tanaman jagung dapat mengendalikan populasi telur hama pemakan polong hingga menekan populasi larva sampai 90,8 persen.

Sebagai informasi, tanaman perangkap adalah tanaman yang ditumbuhkan pada areal terbatas. Tanaman ini berfungsi untuk menarik serangga hama pada areal pertanaman, guna melindungi tanaman utama dari serangan hama tersebut.

Sementara itu, teknik manipulasi tanaman perangkap adalah dengan memilih jenis tanaman dengan variasi umur (genjah, sedang, atau dalam) yang sama, maupun berbeda dengan tanaman utama. 

Menariknya, penggunaan tanaman perangkap akan menurunkan frekuensi dan jumlah insektisida yang digunakan. Alhasil, tanaman perangkap hama ini merupakan pencegahan hama secara alami.

Bahkan, efektivitas pengendalian dengan tanaman perangkap jagung lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi insektisida Sihalotrin yang hanya mampu menekan populasi larva sekira 67,2 persen.

 

 

Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro
×