logo


Mantap, Magna Pro Terapkan Teknik Gasifikasi Guna Kurangi Polusi

Teknik ini memanfaatkan gas dari batu bara dengan kalori 5.500-5.800 kkal

4 Juni 2015 18:14 WIB

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Meski masih dalam tahap uji coba, PT Magna Pro System mengaku, tetap optimis menggunakan teknik gasifikasi dan pencairan batu bara untuk mengembangkan bisnisnya. Teknik ini memanfaatkan gas dari batu bara dengan kalori 5.500-5.800 kkal. 

Presiden Direktur PT Magna Pro System, Abdul Manaf mengatakan, gasifikasi batu bara akan membantu perusahaan dalam menciptakan energi yang murah, efisien, dan bersih. Menurutnya, teknik ini berhasil menurunkan tingkat polusi udara secara drastis dibandingkan dengan menggunakan teknik pembakaran secara langsung. 

“Perusahaan sudah membangun tanur gasifikasi batu bara di beberapa lokasi untuk kepentingan bisnis, seperti pengeringan jagung, cokelat, lada di Lampung, pabrik garam di Cilegon, dan pengeringan kopi dengan kapasitas 200 ton per hari di Lampung,” ungkap Manaf kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/6).


Pendapatan dari Minerba Lebihi Target, Tembus Segini...

Gasifikasi batu bara juga berhasil menghemat biaya bahan bakar dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar gas atau minyak bumi. Saat ini, Tiongkok menjadi negara yang paling sering memanfaatkan teknik gasifikasi batu bara. Diikuti India, Taiwan, Thailand, dan Vietnam yang menggunakan teknik ini.

Sementara di Indonesia, teknik ini masih belum mendapat perhatian pengusaha karena dinilai kurang menarik untuk dikembangkan. Walaupun teknik gasifikasi batu bara banyak manfaatnya, namun hanya beberapa yang menggunakannya, terakhir teknik ini diterapkan oleh PT Pupuk Kujang, Cikampek, Jawa Barat. 

Selain itu, teknik pencairan batu bara juga masih dalam tahap uji coba, seperti yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan TekMira di Palimanan, Cirebon. Gasifikasi dan pencairan batu bara dinilai para pengusaha masih belum menjadi solusi dalam mengembangkan produksi tambang.

Pascadivestasi, Inalum-Freeport Bakal Bentuk Manajemen Baru

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin