logo


Revolusi Hijau, Prinsip Dasar Berkembangnya Teknologi Pertanian (Bagian-1)

Revolusi hijau bermula ketika adanya penelitian oleh Thomas Robert Malthus pada 17661834

7 Mei 2015 12:14 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Andi Amran Sulaiman, selaku Menteri Pertanian Republik Indonesia menyampaikan, dengan adanya mekanisasi, petani bisa memangkas ongkos produksinya sekira 20-30%. Maksud dari mekanisasi tersebut yakni penggantian metode pertanian tradisional dengan metode yang lebih modern.

"Dengan mengganti sistem pertanian tradisional menjadi sistem modern, petani bisa mempersingkat waktu penanaman. Selain itu, biaya opersional yang dikeluarkan oleh mereka juga bisa turun," katanya, di awal pekan ini, saat berdialog dengan 101 bupati di Jakarta.

Berbicara soal penggantian metode tanam dari yang tradisional menjadi yang modern, sebenarnya diawali dari penelitian yang dilakukan oleh Thomas Robert Malthus pada 1766–1834. Dalam penelitian tersebut, Malthus menyatakan, kemiskinan adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Kemiskinan terjadi karena pertumbuhan penduduk, serta peningkatan produksi pangan yang tidak seimbang. Ditambah lagi, pertumbuhan penduduk lebih cepat dibanding dengan peningkatan hasil pertanian. 


Ganjar Pranowo Akan Coba Aplikasi Nelayan Pintar

Hasil dari penelitian tersebut, tak pelak membuat munculnya kegemparan di Amerika dan Eropa. Dan pada akhirnya lahirlah gerakan Revolusi Hijau yang menitikberatkan pada usaha pencarian bibit unggul dalam bidang pertanian. Dan seiring berjalannya waktu, Sejumlah varietas padi-padian baru unggul khususnya gandum, padi, dan jagung dikembangkan dalam upaya melipatgandakan hasil pertanian. Pelaksanaan penelitian pertanian tersebut disponsori oleh lembaga Ford and Rockefeller Foundation, yang dilakukan di negara Meksiko, Filipina, India, dan Pakistan. 

Sebelum adanya revolusi hijau, produksi padi yang merupakan bahan pangan utama di Indonesia, masih bergantung pada cara pertanian yang mengandalkan luas lahan, dan teknologi yang sederhana. Pada periode kemudian, intensifikasi pertanian menjadi tumpuan bagi peningkatan produksi pangan nasional. 

Berita selanjutnya

Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro