logo


Revolusi Hijau, Prinsip Dasar Berkembangnya Teknologi Pertanian (Bagian-2 Habis)

Revolusi hijau bermula ketika adanya penelitian oleh Thomas Robert Malthus pada 17661834

7 Mei 2015 12:14 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

Usaha peningkatan produksi pangan di Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 1950-an. Pada waktu itu, pemerintah menerapkan kebijakan Rencana Kemakmuran Kasimo. Program itu dilakukan pada kurun waktu tahun 1952–1956. Keinginan mencapai produksi pangan yang tinggi kemudian dilanjutkan. 

Selain itu, beberapa program berprinsip revolusi hijau di Indonesia, tampak dari pelaksanaan kegiatan Pancausaha Tani yang mencakup intensifikasi dan mekanisasi pertanian. Bahkan, pada saat itu, berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah (departemen pertanian), seperti Bimas (Bimbingan Massal), Intensifikasi Masal (Inmas), Insus (Intensifikasi Khusus), Opsus (Operasi Khusus), seperti program padi sentra pada tahun 1959– 1962 dan program bimbingan masyarakat (bimas) pada tahun 1963–1965.

Berbagai usaha yang telah dilakukan tersebut ternyata belum berhasil menutupi kebutuhan pangan yang besar. Produksi beras per tahun menunjukkan kenaikan dari 5,79 juta ton pada tahun 1950 menjadi 8,84 juta ton pada tahun 1965. Namun, jumlah beras yang tersedia per jiwa masih tetap rendah, sehingga impor beras masih tetap tinggi. Lalu seperti apa geliatnya saat ini ?


Ganjar Pranowo Akan Coba Aplikasi Nelayan Pintar

Salah satu misi yang diemban oleh Menteri Pertanian (Mentan) Indonesia saat ini adalah tercapainya swasembada di sektor pangan, khususnya bidang pertanian dan perkebunan. Bahkan, swasembada pangan itu ditargetkan tercapai dalam 3 tahun saja. Demi mencapai target tersebut, tak heran jika Mentan menerapkan berbagai strategi percepatan swasembada pangan.

Dengan bantuan semua pihak, Mentan mulai melancarkan strateginya. Mulai dari perbaikan sarana irigasi di berbagai titik, penyaluran traktor, bibit, pupuk, hingga melakukan berbagai penyuluhan seputar teknik bercocok tanam, di beberapa wilayah sentra tanam.

"Kami sudah mengirimkan berbagai bantuan pertanian, serta melakukan penyuluhan seputar teknologi bercocok tanam. Bahkan, saya sudah mengerahkan semua pihak Kementan untuk turun langsung di lapangan. Dan saya optimis, swasembada bisa tercapai di tahun ini," pungkas Mentan.        

Berita sebelumnya

Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro